Kamis, 12 November 2020

Perbedaan Pasar Uang Dengan Pasar Modal

          Pasar uang dan pasar modal pada prinsipnya memegang suatu tempat melakukan transaksi namun objeknya berupa barang-barang konsumsi seperti yang dijual dipasar-pasar pada umumnya, melainkan surat-surat berharga. Tujuannya begitu beragam mulai dari investasi jangka panjang dan pendek, sumber pembiyaan modal kerja, hingga mengendalikan jumlah uang yang beredar dimasyarakat.

 Untuk mengetahui perbedaan antara pasar modal dengan pasar uang kita harus mengetahui apa itu pasar uang dan pasar modal. Pasar modal merupakan suatu tempat untuk melakukan transaksi jual beli surat-surat berharga jangka panjang. Sementara pasar uang dapat dipahami sebagi tempat untuk melakukan transaksi jual beli surat-surat berharga jangka pendek.

        Perbedaan pasar uang dan pasar modal yaitu:

1. Dari segi pengelolaan dan waktu
           Pasar uang sebenarnya sebuah wadah atu tenpat bertemunya pemberi dana dan calon konsumen. Pertemuan ini dilakukan baik secar langsung maupun perantara. Penawaran surat berharga pada pasar uang ini dilakukan dalam jangka pendek. Sementara pasar modal merupakan pasar yang memperjual-belikkan surat berharga yang isinya berupa obligasi dan equitas saham dan digunakan untuk jangka panjang.
2. Dari barang yang diperjual-belikkan
        Dalam pasar modal, intrumen yang diperdagangakan berupa obligasi, saham dan surat berharga lainnya. Tentu saja yang dipertemukan disini adalah perusahaan pencari modal dan investor (penanam modal). Investor ini nantinya akan bertindak seperti pembeli yang harus jeli dalam menjatuhkan pilihan. Dari pedagang mana dan barang apa yang akan dibeli.
3. Dari sisi otoritas tinggi
Untuk pasar uang atau money market, otoritas tertingginya adalah Bank Indonesia (BI). Sedangkan untuk pasar modal atau bursa efek otoritas tertingginya adalah Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI).
4. Dari sisi tempat transisi
Transisi pasar modal dilakukan di bursa efek Surabaya. Sedangkan untuk pasar uang tidak ada transaksi khusus, dan proses transaksi khusus, dan proses transaksi dilakukan dengan menggunakan alat komunikasi anatar bank.
5. Dari segi resiko tentu saja ada perbedaan pasar uang dan pasar modal. Pasar uang lebih banyak diminati karena dianggap lebih minim resiko. Selain itu, pasar unag ini lebih kecil modalnya. Bahkan anda bisa menanamkan modal Rp. 100.000 saja. Dan keamanan juga terjamin karena dikelola oleh orang professional. Jadi, kalau ingin mencoba reksadana pasar uang tapi masih modal kecil jangan khwatir!bdana kan dikelola oleh orang professional. Sayangnya, investasi pasar uang seperti reksadana hanya membatasi investasinya dengan jumlah tak lebih dari 100%. 

DAFTAR PUSTAKA

https://www.simulasikredit.com/amp/memahami-perbedaan-pasar-modal-dengan-pasar-uang/

https://www.akseleran.co.id/blog/pasar-uang-dan-pasar-modal/amp/



Rabu, 11 November 2020

Saluran Transmisi Kebijakan Moneter dan Karakteristik Pasar Uang

 A. Saluran Transmisi Kebijakan Moneter 

Transmisi kebijakan moneter adalah proses dimana suku bunga bank sentral ditransmisikan melalui ekonomi dan akhirnya mempengaruhi tingkat kenaikan harga dalam perekonomian (inflasi). Misalkan bank sentral mengumumkan kenaikan suku bunga acuan. Implimentasi kebijakan dapat mulai bekerja melaui ekonomi melaui empat saluran yang terkait. Saluran-saluran tersebut adalah:

 1. Suku Bunga

Suku bunga dasar bank umum dan suku bunga antar bank akan naik sebagai tanggapan terhadap terhadap kenaikan suku bunga acuan. Bank, pada giliranya, akan meningkatkan biaya pinjaman ke individu dan perusahaan, baik untuk pinjaman jangka pendek maupun jangka panjang. Akibatnya, bisnis dan konsumen akan cenderung untuk meminjam lebih sedikit ketika suku bunga naik. Hal ini karena biaya pinjaman lebih mahal bagi mereka.

2. Harga asset

Peningkatan suku bunga jangka pendek dapat menyebabkan harga asset serta obligasi atau nilai proyek modal turun karena tingkat diskonto untuk arus kas masa depan naik. Pelaku pasar kemudian akan datang kepandangan bahwa suku bunga yang lebih tinggi akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi lebih lambat, mengurangi laba, dan mengurangi pinjaman untuk pembelian asset. 

3. Nilai tukar

Kenaikan suku bunga memperbesar selisih antara suku bunga domestic dengan suku bunga internasional ( dengan asumsi suku bunga luar negeri tertap). Dalam situasi ini, aliran modal akan masuk kedalam negeri yang mendorong apresiasi mata uang domestic. Keuntungan eksportir mungkin menurun jika kenaikan suku bunga menyebabkan nilai tukar negara terdepresiasi. Apresiasi akan membuat ekspor dalam negeri lebih mahal bagi pembeli diluar negeri mengurangi permintaan terhadap barang domestic.

4. Ekspektase agen ekonomi
Turunnya harga asset serta kenaikan harga akan mengurangi kekayaan finansial rumah tangga karena menyebabkan penurunan pertumbuhan konsumsi. Ekpektasi tentang suku bunga dapat memainkan peran penting dalam perekonomian. Seringkali perusahaan dan individu akan membuat keputusan invetasi dan pembelian berdasarkan ekspektasi tingkat suku bunga mereka, diekstrapolasi dari peristiwa-peristiwa akhir. Jika pegerakan suku bunga bank sentral secara luas diharapkan akan diikuti oleh kenaikan suku bunga lainnya, investor dan perusahaan akan bertindak untuk menyesuaikan. Konsumsi, pinjaman, dan harga asset semua dapat turun sebagai akibat dari revisi ekspektasi tersebut.

B. Karakteristik Pasar Uang
1. Menyedikan fasilitas atau jaringan transaksi jual beli asset finansial.
2. Mempertemukan pihak yang memiliki surplus dana dengan pihak yang mengalami defisit.
3. Transaksi dalam pasar uang sebagian bersifat jangka pendek.
4. Pasar uang juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek perusahaan , lembaga keuangang, dan pemerintah, mulai dari overnight sampai dengan jangka waktu jatuh tempo satu bulan.
5. Pada waktu yang sama pasar uang menyediakan outlet investasi bagi pihak surplus dana jangka pendek yang ingin memperoleh pendapatan atas dana yang belum terpakai.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/moneter/default.asp

https://aeyogy.wordpress.com/tag/saluran-transmisi-kebijakan-moneter/

Bank dan Lembaga Keuangan lain, Bab 14. Pasar Uang amanitanovi@uny.ac.id




Pasar uang di beberapa negara

  Kebutuhan akan pasar uang dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan untuk  mendapatkan sejumlah dana dalam jangka pendek atau sifatnya harus segera dipenuhi. Dan beberapa kebutuhan di negara terhadap pasar uang memang penting. Hal ini disebabkan karena keberdaan pasar uang sangat membantu pihak-pihak yang membutuhkan dana cepat, misalnya investor yang mmebutuhkan dana atau membayar operasional perusahaan, serta kegiatan lain yang membutuhkan dana secepat mungkin. Diindonesia kebijakan pasar uang oleh Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dengan instrument yang berbeda dengan negara lain. 

        Pasar uang merupakan salah satu institusi yang memiliki peranan penting bagi bak sentrak terutama dalam mengimplementasikan kebijakan moneter. Pasar uang yang efisien ditandai dengan pemilikan karakteristik likuiditas yang optimum stabil, sepenuhnya terintegrasi. Sehingga dengan karakteristik yang sama akan ditransaksikan pada harga  yang relatif sama. Bank Indonesia sebagai bank sentral diindonesia yang telah mengambil beberapa kebijkan dengan tujuan untuk menciptakan keuangan yang sehat, meningkatkan ketersediaan informasi bagi pelaku pasar, serta ,meningkatkan efektivitas kebijakan moneter.

  Adapun kebijakan pasar uang dibeberapa negara antara lain sebagi berikut:

1. Europian Central Bank (ECB)

Didalam melaksanakan kebijakan moneter dengan sasaran stabilitas harga ECB mengendalikan likuiditas dipasar uang serta mengontrol perkembangan tingkat suku bunga jangka pendek pasar uang. ECB menggunakan targer corridor atau brand overnight rates.untuk melaksanakan kebijakan moneter, piranti moneter utama yang digunakan oleh ECB adalah Operasi Pasar Terbuka (OPT), standing facilities, dan recerve requirements.

2. Amerika Serikat ( Federal Recerve )

Dalam melaksanakan kebijakan moneternya, Amerika Serikat (AS) juga menggunakan tingkat suku bunga pasar uang sebagai target operasional dan sinyal kebijakan (policy rate). Federal Recerve menggunakan federal funds rate yaitu ekuivalen dengan suku bunga PUAB - overnight rate, sebagai target untuk mempengaruhi suku bunga jangka menengah,  dan panjang yang akan berdampak kepada sasaran akhir kebijakan moneter mereka yaitu stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi, dan penerapan tenaga kerja. 

3. Inggris ( Bank Of England )

Dalam mennetukan kebijkaan moneter, Bank Of England melakukan pertemuan bulanan yang disebut Monetary Policy Comite ( MPC) guna menentukan arah OPT dengan menetapkan tingkat repo rate ( fix tender ) yang jatuh tempo 2 minggu sebagai policy rate. Selain, itu, MPC juga mencari tahu mengenai ekspektasi pasar terhadap tingkat suku bunga masa mendatang sehingga memudahkan MPC dalam mengambil keputusan melalui OPT mengenai arah kebijakan yang akan diambil.

4. Jepang 

Pasar uang dijepang dikelompokkan atas dua kategori yaitu:

a. Interbank market
Yaitu pasa uang dimana pelaku – pelaku utamanya adalah lembaga-lembaga keuangan yang berperan mementukan beberapa posisi saldo giro bunga ingin dicapai dalam rangka mencapai stabilitas harga.
b. Open matket yang terdiri dari:
c. Bond gensaki market
d. Certificate of Deposit (CDs) 
e. Commercial  paper (Cps)
f. Treasure Bills (TB)
g. Financing Bills ( FB)
DAFTAR PUSTAKA
https://www.infovesta.com/index/learning/learning/59

Mahdi Mahmudy, Pasar Uang Rupiah:
Gambaran Umum ( Jakarta: Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) BI, 2005), hlm. 25.







Pelaku pasar uang

  Pada dasarnya pelaku pasar uang dapat dibagi menjadi dua:

1. Pihak yang membutuhkan dana yaitu bank atau perusahaan nonbank yang membutuhkan dana segera karena harus memenuhi kebutuhannya. Pihak yang mengeluarkan atau menanamkan dana yaitu pihak yang menyediakan dana.

2. Pihak yang menjual baik bank atau perusahaan nonbank dengan tujuan  investasi dipasar uang. Adapun pelaku yang melaksanakan transaksi perdagangan jual beli instrument di pasar uang diantaranya adalah:

a. Pemerintah

Pemerintah merupakan peminjam terbesar dipasar uang, dan tidak pernah berperan sebagai pemberi pinjaman. Pemerintah indonesia menerbutkan Sertifikat Berharga Indonesia (SBI) untuk memperoleh dana jangka pendek yang akan digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah dan akan dibayar melalui penerimaan pajak. 

b. Bank sentral 

Bank sentral berperan sebagi agen yang mentribusikan sekuritas (surat berharga atau SBI) pemerintah. Bank sentral mengendalikan SBI untuk dipengaruhi jumlah beredar dengan tujuan mengendalikan tingak inflasi, ini merupakan tugas utama dari bank sentral.

c. Bank komersial 

komersial memegang Sekuritas Pemerintah (SBI) yang aman, karena memiliki resiko yang rendah , sebagi cadangan sekunder . regulasi perbankan melarang bank komersial untuk memegang sekuritas yang beresiko tinggi seperti saham dan obligasi perusahaan. Bank komersial juga berperang sebgai peminjam dana dengan menerbitkan Negotiable Certificate of Deposit (CDs), repurchase Agreement (Repos) dan Banker’s Acceptance. 

d. Sektor bisnis

Sektor bisnis perusahaan besar aktif dalam melakukan jula beli intrumen pasar uang untuk dua tujuan yaitu untuk menyimpan  kelebihan dananya dan memperoleh pengembalian yang lebih tinggi dibandingakan menyimpan dananya di bank. 

e. Individu

Individu atau investor kecil atau tidak secara langsung dapat berpartisipasi di pasar uang. Namun, dapat berpartisipasi dengan perusahaan investasi melalui Money Market Mutual Fund (MMMF) atau reksadana berperan sebagai perantara keuangan yang memfasilitasi investor kecil dengan menjual share atau unit penyertaan dan mengalokasikan ke intrumen pasar uang

f. Foregin issuers

Foregin  issuers tersiri dari perusaan multonasional asing dan bank asing. foregin multinasional corporational menertbitkan commercial papers untuk membiayai operasinya dinegara tersebut. Sedangkan foregin bank menerbitkan commercial papers untuk membiayai aktivitas perbankannya atau berperan sebagai penjamin dari instrument yang diterbitkan nasabah (client) dengan mengelurkan letter of credit. Secara umum, foregin issuers membeyar lebih mahal, memberi suku bunga lebih tinggi didandingkan penerbit domestik.

DAFTAR PUSTAKA

https://ardra.biz/ekonomi/ekonomi-perbankan-lembaga-keuangan/tujuan-fungsi-dan-pelaku-pasar-

 


Pasar Uang

         Pasar uang adalah salah satu pasar yang saat ini ramai digunakan untuk transaksi. Pasar uang mampu memberikan keuntungan  yang besar walau resiko didalamyan juga besar. Terlebih lagi komoditas yang pada prinsipnya, pasar uang adalah dimana para pihak bank, bisnis dan pemerintah turut menghimpun uang dengan cara menjual utang jangka pendek pada investor melalui rerkening pasar uang dan investasi lainnya. Adapun instrument pasar uang antara lain sebagai berikut:

a. Rekening pasar uang

Rekening pasar uang adalah cara yang paling mudah dan sederhana untuk bosa gabung kepasar yang didalamnya terdapat rekening bank atau credit union

b. Dana pasar uang

Dana pasar uang adalah reksadana yang melakukan investasi didalam satu bundel instrument investasi pasar. Dana pasar uang hampir sama dengan reksadana lainnya, namun resiko didalamnya relative lebih rendah karena hanya mampu menawarkan pengembalian yang lebih rendah pula.

c. Sertifikat deposito

Sertifikat deposito adalah instrument pasar uang yang bisa digunakan oleh pihak bank untuk meningkatkan modalnya. Sertifikat deposito memiliki fungsi yang sama seperti rekening tabungan, yang mana pada dasarnya meminjamkan sejumlah dana pada pihak bank.

Fungsi pasar uang antara lain sebagi berikut:

1. Sebagai sumber dari pembiayaan modal kerja serta investasi berjangka pendek untuk perusahaan yang melakukan ekspansi usaha.

2. Sebagai fasilitator dan mediator untuk para pemilik dana yang berasal dari luar negeri yang juga ingin melakukan investasi  dengan melakukan pinjaman dana jangka pendek kepada perusahaan-perusahaan yang ada diindonesia.

3. Menawarkan agar masyarakat dapat ikut andi pada pembelian sertifikat BI dalam surat berharga pasar uang lainnya.

 Mekanisme  pasar yang memungkinkan seseorang melakukan transaksi jual beli dalam bentuk sekuritas  keuangan. disisi lain, pasar uang juga diartikan sebagai tempat dimana suatu pihak bisa meminjam dana dari pihak lain dengan tingkat bunga tertentu sebagai imbalannya. 


DAFTAR PUSTAKA

https://bigalpha.id/news/mengenal-instrumen-pasar-uang

https://economy.okezone.com/amp/2017/06/09/320/1711872/pengertian-fungsi-dan-instrumen-pasar-uang


Selasa, 10 November 2020

Apa itu pasar keuangan ?

      Pasar keuangan adalah mekanisme pasar yang memungkinkan bagi seseorang atau koporasi untuk dengan mudah dapat melakukan transaksi penjualan  dan pembelian dalam bentuk sekuritas keuangan seperti saham dan obligasi. Dalam dunian keuangan pasar keuangan meliputi:

a. Penjual saham dalam memperoleh modal melalui pasar modal.

b. Pengalihan atas resiko pada transaksi pasar dviratif.

c. Perdagangan internasional melalui pasar valuta asing

Jenis-jenis pasar keuangan

a. Pasar modal yang terdiri dari pasar sekunder dan pasar primer, terbagi menjadi:

- Pasar saham yang merupakan sarana pembiayaan melaui penerbitan saham, dan merupakan sarana perdangan.

- Pasar obligasi yang merupakan sarana pembiayaan melalui penerbitan obligasi dan merupakan sarana perdagangan.  

b. Pasar komoditi yang memfasilitasi perdagangan internasional.

c. Pasar keuangan yang merupakan sarana pembiayaan utang jangka panjang pendek investasi.

d. Pasar asuransi yang memfasilitasi redistribusi dari berbagai resiko.

e. Pasar valuta asing yang memfasilitasi pedagangan valuta asing.

f. Pasar deviratif yang merupakan sarana yang menyediakan instrument untuk mengelola resiko keuangan. yaitu pasar berjangka yang merupakan sarana yang menyedikan standarisasi kontrak berjangka bagi perdagangan suatu produk pada suatu tanggal dimasa mendatang. 

Manfaat pasar keuangan

Tanpa adanya pasar keuangan ini maka peminjam uang akan mengalami kesulitan dalam menemukan debitur yang bersedia untuk memberikan pinjaman kepadanya, pengantara seperti bank membantu dalam melakukan proses ini, dimana bank menerima deposito dari nasabahnya yang memiliki uang untuk ditabung dan kemudian bank dapat meminjamkan uang ini kepada orang yang berniat untuk meminjam uang. Bank biasanya memberikan pinjaman uang dalam bentuk kredit dankredit kepemilikan rumah. 

     Pemberi Pinjaman Individu tidak pernah menganggap dirinya sebagai pemberi pinjaman namun mereka meminjamkan sejumlah uang kepada pihak lain dalam berbagai cara. Peminjam Individu meminjam uang melalui kredit bank untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang guna pembiayaan pembelian rumah.

DAFTAR PUSTAKA

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pasar_keuangan

https://ilmugeografi.com/ilmu-sosial/jenis-jenis-pasar-keuangan/amp

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pasar_keuangan

Sabtu, 07 November 2020

Pasar Uang Rupiah: Gambaran Umum

 By: Asrina Pulungan

Definisi pasar uang

     Pasar uang adalah pasar tempat suatu pihak  meminjam dana dari pihak lainnya pada tingkat bunga2 tertentu dan biasanya untuk jangka waktu di bawah satu tahun. Jangka waktu pinjaman bisa bervariasi, mulai dari satu hari sampai satu tahun. Pijaman yang berjangka waktu lebih dari satu tahun digolongkan sebagai pasar hutang.

Fungsi Pasar Uang

      Adapun fungsi dari pasar uang yaitu:

1. Fungsi Likuditas 

      Fungsi likuiditas pasar uang terkait dengan manfaat yang diberikannya kepada para  investor dalam rangka  mengelola dana jangka pendek mereka yang idle dengan membeli piranti-piranti pasar uang, seperti certificate deposit, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan deposito berjangka pendek untuk memeperoleh pendapatan.

2. Fungsi Informasi

     Berkenaan dengan fungsi informasi, perkembangan pasar uang dapat memberikan informasi bagi pelaku-pelaku di pasar uang seperti perusahaan, perbankan, pemerintah, otoritas moneter mengenai kondisi moneter, arah kebijakan, preferensi, dan tingkah laku peserta pasar uang maupun kondisi dan prospek  ekonomi di dalam maupun di luar negeri.

3. Fungsi Acumulation Of Wealth

     Accumulation of wealth  diperoleh masyarakat dengan menempatkan harta lancar (liquid assets) mereka  pada piranti-piranti pasar uang yang memberikan pendapatan. Bagi investor, besar kecil pendapatan yang akan diperolehnya tergantung dari besar-kecil tingkat risiko yang mereka tolerir.

4. Allocation Of Wealth

     Alloaction of weath adalah fungsi yang ditawarkan oleh pasar uang kepada para investor yang ingin mendiversifikasi asset yang mereka miliki.  Dalam upaya mengurangi risiko yang dihadapi.

Resiko Pasar Uang

     Adapun resiko dari pasar uang yaitu:

1. Risiko pasar (market risk, interest rate atau exchange rate risk), yaitu risiko yang timbul akibat fluktuasi harga, suku bunga, dan pergerakan nilai tukar.

2.Risiko penanaman kembali (reinvestment risk), yaitu risiko karena mengalihkan investasi.

3. Risiko gagal bayar (default risk), yaitu risiko yang timbul karena pembayaran yang tidak terpenuhi pada saat tagihan jatuh tempo.

4. Risiko fundamental (fundamental risk), yaitu risiko akibat perubahan kondisi makro-ekonomi, moneter, fiskal, dan kebijakan lainnya pemerintah.

Lokasi dan Mekanisme Pasar Uang

         Transaksi pada pasar uang dapat dilakukan selama 24 jam di seluruh dunia sehingga memungkinkan pemilik dana menaruh modalnya pada pasar yang memberikan tingkat suku bunga yang tinggi. Semakin banyak pelaku dan semakin besar tingkat persaingan di antara yang meminjamkan dan peminjam, maka kecendrungan akan terbentuk suku bunga yang efisien baik dilihat dari yang meminjamkan maupun peminjam Pada pasar uang, harga yang terbentuk dinamakan suku bunga. Hukum permintaan dan penawaran juga berlaku di pasar ini. Bila permintaan akan dana meningkat, maka suku bunga akan naik.  Demikian sebaliknya, bila supply dana naik karena banyak orang menaruh dana di pasar uang, maka suku bunga akan turun.

Ciri-ciri Piranti Pasar Uang

     Piranti-piranti yang diperdagangkan biasanya mempunyai jatuh tempo atau jangka waktu transaksi dari satu hari sampai dengan 365 hari, tetapi secara umum jatuh tempo piranti-piranti pasar uang tersebut di bawah tiga bulan. Di samping itu, pada secondary market yang aktif, biasanya piranti yang belum jatuh tempo diperdagangkan dengan aktif pula. transaksi-transaksi di pasar uang dilakukan dengan menggunakan telefon, reuters dan komputer. Di samping itu, pasar tersebut  dapat diakses baik secara domestik maupun secara internasional.

Pelaku-pelaku Dari Kegiatan Pasar Uang

      Beberapa pelaku utama yang terlibat dalam kegiatan pasar uang, antara lain bank-bank komersial, pemerintah, perusahaan-perusahaan swasta, perusahaan-perusahaan pemerintah, money market mutual funds, future market exchange, brokers dan dealers, serta bank sentral.

1. Bank-bank komersial

    Pertama, bank komersial menjadi lembaga perantara dari unit surplus kepada unit defisit yang membutuhkan dana untuk membiayai investasi atau kredit, dan untuk  memenuhi ketentuan kewajiban giro minimum yang harus mereka pelihara pada bank sentral. Kedua, bank-bank komersial di pasar uang adalah sebagai dealer di pasar over the counter interest rate derivatives yang telah tumbuh dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di negaranegara yang telah maju pasar uangnya, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang. Ketiga, bank komersial pada pasar uang, adalah pemberi jasa fee base income. Dalam hal ini bank memberikan line of credit kepada penerbit surat-surat berharga  piranti pasar uang yang sehat dan dapat dipercaya.

2. Pemerintah

    Pemerintah pusat dan daerah di banyak negara membutuhkan dana talangan (bridging funds) yang besar untuk membiayai proyek-proyek pemerintah karena adanya perbedaan waktu antara penerimaan dari pajak maupun penerimaan lainnya dengan pengeluaran yang harus dilakukan. Surat-surat berharga jangka pendek dan obligasi yang diterbitkan pemerintah biasanya sangat likuid dan hampir tidak mempunyai risiko (mendekati free of default risk) sehingga mempunyai tingkat suku bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan surat-surat berharga jangka pendek lainnya.

3. Perusahaan-perusahan

  Dalam beberapa tahun terakhir banyak perusahaanperusahaan yang memperoleh akses untuk masuk ke pasar uang sehingga komersial paper (CP) cukup berkembang di beberapa negara. perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan perdagangan internasional menghimpun dana di pasar uang dengan menerbitkan bankers accpetances (BA). Kemudian, bank mengaksep (membeli) BA yang diterbitkan oleh importir dan memegangnya hingga jatuh tempo atau menjualnya di pasar uang.

4. Government-Sponsored Enterprises dan Short term Investment Pools

    Government sponsored enterprises adalah perusahaan-perusahaan swasta yang bergerak pada bidang keuangan (financial intermediaries) yang terkait erat dengan pemerintah federal. Institusi ini meminjam dana dari pasar keuangan dan menyalurkan kembali dana tadi, biasanya untuk kegiatan sektor pertanian dan perumahan. Sementara itu, Short-term investment pools (STIPs) adalah lembaga perantara keuangan ( financial intermediaries) yang membeli pirantipiranti pasar uang jangka pendek  dalam jumlah besar dan kemudian menjual kembali berupa saham (shares) kepada investor.

5. Money market mutual funds (MMFs)

   MMFs umumnya beroperasi dalam bentuk perusahaan-perusahaan broker dan kelompok reksadana (mutual funds group). Mereka membeli  surat-surat berharga jangka pendek dari pasar uang dan kemudian menjual kembali kepada individu-individu, perusahaan, dan penanam modal institusi (institutional investor) berupa shares. Perusahaaanperusahaan broker dan mutual funds group adalah kelompokkelompok yang utama dalam menyediakan jasa money market mutual fund. 

6. Dealers dan Brokers

    Dealers dan brokers mempunyai peran penting dalam memasarkan piranti-piranti pasar uang di pasar perdana maupun pada pasar sekunder. Dealers menggunakan piranti repo untuk membiayai inventori mereka berupa surat-surat berharga (securities) yang mereka miliki. Sementara itu, broker dalam kegiatannya  mempertemukan pembeli dan penjual yang untuk jasa itu broker mendapat jasa (broker fee).

Piranti-piranti  Pasar uang

      Secara garis besar ada dua cara untuk membedakan piranti-pirati pasar uang. Pertama,dengan melihat apakah piranti pasar uang tersebut dapat diperjualbelikan atau tidak. Kedua, dengan membedakan bagaimana  piranti pasar uang tersebut memberikan pendapatan kepada investor. 

Pasar Uang dan Saluran  Transmisi Kebijakan Moneter

     Seperti telah diketahui, ada empat saluran transmisi kebijakan moneter dalam sistem keuangan. Pertama, melalui saluran suku bunga yang kemudian akan mempengaruhi biaya kredit, marginal cost of borrowings, yang lebih lanjut akan mempengaruhi investasi dan tabungan yang pada akhirnya akan berdampak pada permintaan aggregat. Kedua, melalui domestic asset price termasuk obligasi, saham, real estate. Saluran ketiga dan  keempat masing-masing melalui nilai nilai tukar dan kredit yang kesemuanya berdampak pada permintaan agregat. Keempat saluran transmisi kebijakan moneter tersebut dilaksanakan melalui pasar keuangan baik pasar uang maupun pasar modal. 


Kebijakan Moneter dan  Pasar Uang di Beberapa Negara

European Central Bank (ECB)

     Di dalam melaksanakan kebijakan moneter dengan sasaran stabilitas harga (price stability), ECB mengendalikan likuiditas di pasar uang serta mengontrol perkembangan tingkat suku bunga jangka pendek pasar uang. European Central Bank selalu memonitor perkembangan tingkat suku bunga pasar uang overnight, satu bulan, serta tiga bulan (Bofinger 2001). ECB membiarkan tingkat suku bunga overnight berfluktuasi selama masih berada dalam band yang  telah ditetapkan, saat ini sebesar dua percentage points. Tingkat suku bunga pasar uang satu dan tiga bulan relatif stabil fluktuasinya dibandingkan dengan tingkat suku bunga overnight. Tingkat suku bunga pasar uang satu bulan rata-rata berfluktuasi 0,47%, dan 0,34% untuk suku bunga tiga bulan. 

  Operasi pasar terbuka (OPT) mempunyai peranan penting dalam mengendalikan likuiditas di pasar serta suku bunga. Piranti utama OPT yang dipakai adalah main refinancing operations (MROs). Standing facilites digunakan untuk menyediakan atau menarik likuiditas yang ada di pasar secara overnight. Inisiatif untuk penggunaan standing facilites berasal dari pelaku pasar keuangan. Reserve requirements (RR) juga menjadi  alat utama kebijakan moneter untuk menstabilkan tingkat suku bunga pasar uang dan mempengaruhi struktur likuiditas perbankan. Interbank deposit market (sejenis PUAB) merupakan pasar yang penting bagi ECB untuk mengendalikan likuiditas perbankan karena mempunyai tingkat nominal perputaran harian yang sangat besar, di atas EUR 75 miliar dalam tahun 2003. 

Amerika Serikat (Federal Reserve)

   Dalam melaksanakan kebijakan moneternya, Amerika Serikat juga menggunakan tingkat suku bunga pasar uang sebagai target operasional dan sinyal kebijakan (policy rate). Federal Reserve menggunakan federal funds rate (ekuivalen dengan  suku bunga PUAB-overnight rate) sebagi target untuk mempengaruhi suku bunga jangka menengah dan panjang yang akan berdampak kepada sasaran akhir kebijakan moneter mereka, yaitu stabilitas harga,  pertumbuhan ekonomi, dan penyerapan tenaga kerja. Perbedaan utama operating procedure pengelolaan pasar uang antara Federal Reserve dan ECB adalah dalam hal standing facilities. Di Amerika Serikat tidak dikenal standing facility atau dengan kata lain otoritas moneter tidak mempunyai koridor dari pergerakan tingkat suku bunga pasar uang. 

  Pasar uang di Amerika Serikat berperan penting menjadi acuan atau reference rate bagi perkembangan tingkat suku bunga di pasar utama lainnya, seperti London, Frankfurt, Hongkong, Singapore. Di Amerika Serikat, CP diterbitkan terutama oleh perusahaanperusahan besar, seperti financial companies, perbankan, serta perusahaan-perusahaan industri. Perusahaan penerbit  CP terbesar di Amerika Serikat adalah seperti General Electric Capital, General Motors Acceptance. Sementara itu, investor terbesar pada CP adalah Money market mutual funds dan commercial bank trust department, serta non-financial corporations, perusahaan asuransi, serta penglola dana swasta dan pemerintah. Di samping keharusan mendapat peringkat dari perusahaan peringkat, penerbit CP juga diwajibkan untuk memelihara dana yang siap digunakan untuk melunasi CP yang akan jatuh tempo baik berupa dana kas maupun jaminan pemberian kredit (bank lines of credit). 

    Ada beberapa  ciri utama yang membedakan Fed fund dengan piranti-piranti pasar uang lainnya. Pertama, Fed fund adalah piranti. pasar uang jangka pendek yang dapat ditransfer antar bank dalam waktu satu hari. Kedua, fed fund dapat dipinjam oleh bank (depository institution) yang mempunyai rekening giro pada Federal Reserve. Supply dan demand dari Fed fund terjadi secara efisien melalui sistem perbankan; bank-bank yang mempunyai kelebihan reserve di atas giro wajib minimum mempunyai insentif untuk meminjamkan dana semalam (overnight) kepada bank-bank yang mempunyai reserve di bawah jumlah yang telah ditetapkan oleh Federal Reserve. 

Inggris (Bank of England)

  Didalam menentukan kebijakan moneter, Bank of England melakukan pertemuan bulanan yang dinamakan Monetary Policy Committe (MPC). Pertemuan MPC akan menentukan arah operasi pasar terbuka dengan menetapkan tingkat repo rate (fix tender) yang jatuh tempo dua minggu sebagai policy rate. Forward rates biasanya digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui ekspektasi pasar terhadap tingkat suku bunga masa datang. Namun, karena piranti-piranti pasar uang ini mempunyai term premia yang berbeda-beda akibat tingkat suku bunga yang tidak pasti, serta investor cenderung berprilaku menghindari risiko, maka forward rates yang terbentuk tidak persis sama dengan ekpekstasi pelaku pasar terhadap suku bunga masa datang. 

     Adapun Beberapa piranti pasar uang di Inggris antara lain sebagai berikut:

1.General collateral sale and repurchase agreements (GC Repo)

   General collateral sale and repurchase agreements adalah piranti pasar uang yang merupakan pertukaran secara sementara antara uang kas dengan jaminan obligasi Pemerintah. General collateral sale and repurchase agreements digunakan oleh para pelaku pasar untuk sarana spekulasi mengenai perubahan  tingkat suku bunga di masa depan. Sembilan puluh  persen perputaran terjadi pada jangka waktu antara satu sampai dengan delapan hari, enam persen antara sembilan sampai dengan satu bulan dan hanya empat persen perputaran terjadi pada GC yang mempunyai jangka waktu diatas satu bulan.

2. Interbank Loan

Interbank loan adalah pinjaman kas ketika si peminjam menerima sejumlah besar uang baik pada saat call atau untuk periode waktu tertentu, dengan tingkat bunga yang disepakati. Tingkat suku bunga Libor  menjadi salah satu acuan tingkat suku bunga lainnya dan suku bunga pinjaman internasional. Tingkat  perputaran dari interbank loan sekitar 160 juta pound, sedikit lebih besar bila dibandingkan dengan piranti GC. Sama seperti GC, aktivitas piranti ini terkonsentrasi pada tingkat yang mempunyai jatuh tempo kurang dari satu bulan, tetapi para pelaku pasar melaporkan bahwa piranti ini mempunyai tingkat likuiditas sampai dengan tiga bulan.

3. Short sterling futures

Short sterling futures  adalah kontrak futures yang diselesaikan dengan tingkat suku bunga tiga bulan LIBOR BBA (British Bankers Association). Kontrak yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi  dan banyak diperdagangkan biasanya untuk transaksi secara triwulanan dengan jangka waktu pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember. da dua hal yang menjadikan piranti ini sulit dikaitkan dengan tingkat repo Bank of England (BoE). Pertama,  Short sterling futures mengindikasikan ekspektasi tiga bulan setelah kontrak berakhir sehingga piranti ini tidak tepat dalam menggambarkan tingkat repo BoE. Kedua, tingkat suku bunga LIBOR biasanya didasarkan pada pinjaman yang tidak memiliki jaminan pada pasar antarbank sehingga konsekuensinya adalah tingkat bunga yang terjadi mengandung credit premia untuk menggambarkan kemungkinan terjadinya default. 

4. Forward Rate Agreements (FRAs)

FRA merupakan piranti yang menggambarkan kontrak antara dua pihak atau ’over the counter’ (OTC) ketika mereka sepakat untuk melakukan pertukaran perbedaan antara tingkat suku bunga yang disepakati dengan tingkat suku bunga LIBOR pada tingkat maturity tertentu untuk masa yang akan datang. 

5. Swaps

Ada dua macam bunga mengambang yang biasa digunakan pada pasar swap, yakni Sterling Overnight Interest Rate Average (SONIA) dan tingkat suku bunga LIBOR enam bulan. Sterling Overnight Interest Rate Average adalah tingkat suku bunga rata-rata yang dibobot dengan volume dari unsecured overnight sterling deposits yang diperdagangkan atau ditransaksikan sebelum pukul tiga sore di antara tujuh anggota Wholesale Money Brokers’s Association di London. Perputaran harian pada  pasar SONIA swap sedikit lebih kecil bila dibandingkan dengan piranti-piranti pasar uang yang lain. Kontrak paling likuid terjadi pada jangka kontrak dengan maturity sampai dengan tiga bulan.

Jepang (Bank of Japan)

Seperti pada negara-negara lain, pasar uang di Jepang mempunyai peranan yang penting dalam perekonomian, yaitu (1) sebagai sarana untuk untuk mencari investasi dana jangka pendek bagi lembaga keuangan dan pembiayaan serta (2) sebagai sarana untuk mengimplementasikan kebijakan moneter melalui operasi pasar terbuka. Pasar uang di Jepang dapat dikelompokkan kedalam dua kategori, yaitu interbank market dan open market. Pelaku-pelaku di interbank market adalah lembaga-lembaga keuangan, sementara pelaku utama di open market adalah lembaga keuangan nonbank dan pemerintah daerah. 

open market terdiri dari :

a. Bond gensaki market

b. Repo market

c. Certificate of Deposit

d. Commercial paper

e. Treasury Bills


              Pasar Uang di Indonesia

Piranti

Perkembangan pasar uang di Indonesia relatif agak berarti setelah Pemerintah melakukan deregulasi sektor keuangan tahun 1988. Sejak saat itu, piranti pasar uang mulai beragam dan berkembang sesuai dengan kebutuhan pasar uang. Beberapa piranti pasar uang yang utama, antara lain Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat-surat berharga pasar uang  (SBPU), promes, wesel, Pasar Uang Antarbank (PUAB), Certificate Deposit (CD), dan surat berharga komersial (Commercial Paper/CPs).

Promes dan wesel

Promes adalah surat sanggup bayar dalam jumlah, tanggal, dan jangka waktu tertentu yang diterbitkan oleh yang terhutang (issuer). Sedangkan wesel adalah surat tagih kepada debitur yang diterbitkan oleh penarik (kreditur) dalam jumlah, tanggal dan jangka waktu tertentu dan harus diaksep oleh tertarik. Warkat promes di samping digunakan sebagai piranti pasar uang antarbank, juga dapat digunakan sebagai jaminan tambahan dari nasabah debitur atas setiap penarikan kredit yang dilakukan. Sedangkan wesel, lazim dipergunakan sebagai salah satu piranti pembayaran dalam transaksi dagang. 

Sertifikat Deposito (CD)

Sertifikat Deposito adalah surat berharga atas unjuk dalam Rupiah yang merupakan surat pengakuan hutang dari bank yang dapat diperjualbelikan di pasar uang Sertifikat Deposito hanya dapat diterbitkan dalam Rupiah dengan nilai nominal sekurang-kurangnya Rp 1 juta. Sertifikat Deposito ditransaksikan antara penjual dan pembeli secara diskonto. CD hanya dapat diuangkan/ditagihkan oleh pembawa kepada bank penerbit CD setelah CD jatuh waktu. Untuk melindungi kepentingan pemegangnya, maka sesuai pengaturan tersebut di atas, CD diatur mengenai bentuk, isi dan redaksinya, antara lain mencantumkan klausul pada halaman belakang, yaitu  penerbit menjamin CD dengan seluruh harta dan piutangnya.

Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

Sertifikat Bank Indonesia  merupakan surat berharga atas unjuk dalam Rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan hutang berjangka waktu pendek dengan sistem diskonto. Penerbitan SBI dapat dilakukan dengan mekanisme lelang maupun nonlelang. Pembeli SBI pada saat penerbitan (pasar perdana) adalah bank dan pihak lain yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Sertifikat Bank Indonesia diterbitkan dengan sistem diskonto dan tanpa warkat (scripless) dengan penyelesaian transaksi dilakukan satu hari kerja berikutnya (one-day settlement). 

Prosedur Lelang SBI

Bank Indonesia dapat mengadakan lelang pada hari kerja lain apabila diperlukan. Berkaitan dengan pelaksanaan tersebut, Bank Indonesia mengumumkan target kuantitas lelang berupa target indikatif selambat-lambatnya pada satu hari kerja sebelum pelaksanaan lelang. Transaksi lelang SBI di pasar perdana dilakukan dengan menggunakan sarana Bank Indonesia – Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS) secara on-line dan real time. Peserta lelang mengajukan penawaran yang terdiri dari tingkat diskonto dan nominal. Disamping melakukan lelang SBI secara reguler, Bank Indonesia juga melaksanakan operasi pasar terbuka sewaktu-waktu untuk mempengaruhi likuiditas perbankan secara jangka pendek pada waktu, jumlah dan harga transaksi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. 

Pasar Uang Antar Bank (PUAB) Rupiah

PUAB adalah sarana pinjam meminjam yang dilakukan oleh antarbank dengan menggunakan telepon atau melalui Reuter. Setiap bank peminjam akan menerbitkan promes, sedangkan bank pemberi akan menerbitkan nota kredit. Mekanisme PUAB diawali dengan adanya pemberian limit antara bank dengan bank lain. Dalam memberikan limit, satu bank akan memperhatikan total aset, tingkat kesehatan bank, kemampuan likuiditasnya, manajemen, dan hubungan kerja (grup/nongrup). Setelah ada limit, dapat dilakukan deal antara sesama dealer. 

Dalam praktek, PUAB dapat dibagi dalam tiga kelompok, yaitu PUAB rupiah, PUAB valas, dan PUAS (pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah). Semua transaksi PUAB harus dilaporkan oleh bank pemberi dan bank peminjam kepada Bank Indonesia melalui sarana elektronis yang disebut Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU).  Dengan demikian, transaksi yang dilaporkan secara tidak balance dapat segera diketahui. PUAS adalah kegiatan investasi jangka pendek dalam rupiah antar peserta pasar berdasarkan prinsip Mudharabah. Mudharabah adalah perjanjian antara penanam dana dan pengelola dana untuk melakukan kegiatan usaha guna memperoleh keuntungan , dan keuntungan tersebut akan dibagikan kepada kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya. Peserta dari PUAS adalah bank konvensional dan bank syariah. Bank syariah dapat melakukan penanaman dan pengelolaan dana. Sementara itu, bank konvensional hanya dapat melakukan penanaman dana saja.

Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)

SBPU adalah surat berharga jangka pendek dalam Rupiah yang dapat diperjualbelikan secara diskonto di pasar uang  (SK Direksi BI No. 21/53/KEP/DIR tgl. 27 Oktober 1988 tentang Perdagangan Surat Berharga Pasar Uang). ecara umum SBPU merupakan piranti alat ekspansi moneter dalam rangka pelaksanaan operasi pasar terbuka, di samping pula sebagai piranti pengembangan pasar uang terutama di pasar sekunder. Apabila bank sedang mengalami kesulitan likuiditas atau Bank Indonesia perlu menambah likuiditas perekonomian, maka Bank Indonesia dapat membeli SBPU tersebut dari bank-bank. 

Surat Berharga Komersial (Commercial Paper/CP)

Pengertian CP sesuai pengaturan yang dikeluarkan Bank Indonesia adalah surat sanggup tanpa jaminan yang diterbitkan oleh perusahaan bukan bank dan diperdagangkan melalui bank atau perusahaan efek, berjangka waktu pendek, dan diperdagangkan dengan sistem diskonto. Ketentuan CP ini terutama diarahkan untuk memberikan keseragaman pedoman bagi pasar dan upaya untuk memberikan perlindungan bagi pemodal (investor) serta untuk mengurangi kemungkinan risiko yang ditanggung bank sesuai dengan prinsip kehati-hatian. 

Dalam ketentuan CP tersebut, terdapat hal-hal pokok yang perlu diperhatikan, yaitu :

a. Bank yang bertindak sebagai pengatur penerbitan, agen penerbit, agen pembayar, pedagang efek, atau pemodal dalam perdagangan CP adalah bank yang dalam 12 bulan terakhir memiliki tingkat kesehatan dan permodalan yang tergolong sehat.

b. Pembelian CP oleh bank untuk kepentingan sendiri diperlakukan sebagai pembelian surat berharga dan pembelian tersebut tidak dapat diperhitungkan sebagai angsuran atau pelunasan kredit, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang telah diberikan kepada penerbit CP.

c. Bank dilarang bertindak sebagai pengatur penerbitan, agen penerbit, agen pembayar, atau pemodal atas penerbitan CP dari perusahaan yang merupakan anggota grup/kelompok bank yang bersangkutan.

d. Bank dilarang menjadi penjamin penerbitan CP.

Pasar Uang dan Kebijakan Moneter

pasar uang merupakan salah satu institusi yang mempunyai peranan penting bagi bank sentral terutama dalam mengimplementasi  kebijakan moneter. Kebijakan moneter yang diambil melalui operasi pasar terbuka apakah bank sentral menggunakan target kuantitas (uang primer) atau suku bunga dalam rangka  mencapai sasaran akhir yang telah ditetapkan pada tahap awal akan mempengaruhi berbagai suku bunga di pasar uang, yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap variabel makro ekonomi lainnya, seperti, nilai tukar, konsumsi, dan investasi. Pasar uang yang efisien ditandai dengan antara lain pemilikan karakteristik likuiditas yang optimum stabil, sepenuhnya terintergrasi, dan tidak tersegmentasi sehingga piranti dengan karakteristik yang sama akan ditransaksikan pada harga yang relatif sama.

Struktur Pasar Uang di Indonesia

Struktur pasar uang dapat dianalisis dari para pelaku kegiatan pasar uang, yaitu melihat keberadaan pemain atau pelaku bank utama individu termasuk seberapa besar pangsa mereka di pasar, serta perilaku pemain utama tersebut dalam memanfaatkan posisi mereka untuk mencari keuntungan (client-agent relationship). Keberadaan pelaku utama terkait dengan praktek yang berlaku di pasar uang antarbank (PUAB). Pertama, transaksi PUAB dilakukan dengan dengan bank yang telah memiliki credit line dan credit limit. Kedua, pemain dominan juga sangat ahli dalam menciptakan harga atau suku bunga karena kebijakan bank-bank dalam penetapan kuotasi. Ada indikasi bank dominan bisa mendapatkan harga yang lebih baik dari harga pasar jika melakukan pinjaman. Namun, dalam memberikan pinjaman, bank dominan dan asing tidak memberikan harga (suku bunga) rendah dan harga (suku bunga) terbaik. Hal ini menunjukkan bank dominan memiliki posisi tawar- menawar yang lebih baik daripada banyaknya counterpart serta kedudukannya sebagai market maker.

Pengaruh Perubahan Informasi Terhadap Pergerakan Suku Bunga

Untuk melihat respons suku bunga sebagai akibat perubahan informasi, dilakukan analisis announcement effect dengan memperhatikan signifikansi perbedaan deviasi standar suku bunga masing-masing kelompok bank pada tanggal-tanggal tertentu yang terdapat informasi baru (announcement day) dibandingkan hari lainnya (non- announcement day). Implementasi kebijakan moneter pada salah satu pasar, misalnya, pada pasar uang, dampaknya akan dirasakan dan direspons oleh pasar modal dengan cepat . Hal ini lebih lanjut akan berdampak terhadap sektor real. Pada kondisi seperti di atas, implementasi kebijakan moneter, umumnya dilakukan melalui  interbank market  (PUAB). Hal ini karena PUAB cenderung tidak berfluktuasi sehingga akan mengurangi ketergantungan penyelesaian transaksi antarbank terhadap bank sentral. 

Kebijakan Bank Indonesia Dalam Rangka Pengembangan Pasar Uang Rupiah

Adapun kebijakan kebijakan yang telah diambil rangka Pengembangan Pasar Uang Rupiah antara lain sebagai berikut:

a. Penggunaan Sertifikat Bank Indonesia (SBI)  sebagai piranti OPT dan sekaligus sebagai piranti pasar uang.

b.  Penggunaan SBPU

c. Pengembangan Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU)

d. Penetapan Jakarta Offered Rate (JIBOR) sebagai Reference Rate

e. Penyelesaian Transaksi

f. Suku Bunga Penjaminan Pasar Uang Antar Bank di Indonesia

g. Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Bagi Bank Umum

h. Memfasilitasi terbentuknya Master Repo Agreement

Perkembangan  Pasar Uang Rupiah di Indonesia

Perkembangan pasar keuangan di Indonesia tidak terlepas dari serangkaian kebijakan deregulasi di bidang perbankan sejak dekade 1980-an. Deregulasi tersebut telah berhasil mendorong sektor perbankan tumbuh dengan pesat, baik jumlah aset, jumlah bank, maupun produk perbankan sendiri. Deregulasi juga mengakibatkan munculnya berbagai lembaga keuangan di luar bank, seperti perusahaan pembiayaan, reksadana, dan pasar modal sebagai alternatif untuk menempatkan dana baik bagi investor dalam negeri maupun bagi investor luar negeri, serta tempat meminjam bagi pihakpihak yang membutuhkan.

Sertifikat Bank Indonesia  menjadi pilihan utama penempatan dana perbankan setelah banyak ambruknya perusahaan konglomerat di Indonesia waktu krisis yang lalu. Ke depan, Pemerintah perlu mempercepat penerbitan surat utang negara jangka pendek, seperti treasury bills di Amerika Serikat untuk menggantikan SBI sebagai instrumen kebijakan moneter, piranti pasar uang, dan reference rate untuk penerbitan surat berharga jangka panjang lainnya. Selain SBI, PUAB merupakan piranti pasar uang yang utama yang digunakan oleh bank-bank yang mengalami surplus dana guna mendapatkan pendapatan. Setelah itu, volume PUAB cenderung mengalami penurunan dan perbankan cederung menempatkan kelebihan ekses likuiditas mereka pada SBI. Hal ini memberikan indikator bahwa belum optimalnya intermediasi perbankan sampai saat ini. Surat-surat berharga pasar uang tidak diperdagangkan lagi sejak tahun 1998 setelah krisis karena semakin sulitnya persyaratan untuk menerbitkan SBPU dan banyaknya perusahaan yang jatuh setelah krisis. Di samping itu, krisis yang baru lalu juga mengakibatkan banyak perusahanperusahaan besar jatuh sehingga volume CP semakin kecil.


DAFTAR PUSTAKA

https://www.akseleran.co.id/blog/pengertian-pasar-uang/amp/

https://www.calonmanejer.com/2019/08/risiko-invtestasi-di-pasar-uang.html?m=1

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pelaku_pasar_keuangan

JURNAL EKONOMI PEMBANGUNAN, Juni 2012 Volume 10, No.1

Perbedaan Pasar Uang Dengan Pasar Modal

           Pasar uang dan pasar modal pada prinsipnya memegang suatu tempat melakukan transaksi namun objeknya berupa barang-barang konsumsi...